Desa Kletek, yang terletak di wilayah administrasi Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, merupakan sebuah kawasan yang kaya akan nilai historis dan budaya. Perjalanan panjang desa ini—dari sebuah pemukiman agraris tradisional hingga kini bertransformasi menjadi desa digital yang maju—menyimpan rekam jejak perjuangan, gotong royong, dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Asal-Usul Nama Desa (Babad Desa)
Secara etimologi dan penuturan lisan para sesepuh desa, nama "Kletek" memiliki kaitan erat dengan karakteristik alam atau peristiwa di masa lampau saat wilayah ini pertama kali dibuka (babad alas).
Ada dua versi populer yang berkembang di tengah masyarakat mengenai asal-usul nama ini:
-
Versi Bunyi Alam: Konon, nama Kletek diambil dari bunyi "kletek-kletek", yang berasal dari suara buah pohon tertentu yang sudah tua dan pecah secara alami di area hutan yang pertama kali dibuka oleh para pendiri desa.
-
Versi aktivitas masyarakat: Versi lain menyebutkan bahwa bunyi tersebut berasal dari aktivitas pandai besi atau kegiatan pertanian tradisional masyarakat terdahulu yang mengolah hasil bumi hingga mengelupas (dikletek).
Pembukaan wilayah ini dipelopori oleh tokoh spiritual dan tokoh masyarakat terdahulu (yang kerap disebut sebagai Danyang atau leluhur desa). Perjuangan beliau dalam membuka lahan pemukiman meletakkan dasar tatanan sosial yang berlandaskan gotong royong dan religiusitas yang kuat.
Perkembangan Era Kolonial hingga Kemerdekaan
Pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda, wilayah Kletek berkembang sebagai salah satu titik pertanian yang strategis di Sidoarjo. Saluran irigasi yang dibangun di sekitar kawasan Taman turut menyuburkan lahan-lahan pertanian di Kletek, menjadikannya salah satu lumbung pangan lokal pada masanya.
Memasuki era pergerakan dan pasca-kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat Desa Kletek dikenal memiliki semangat nasionalisme yang tinggi. Letak geografisnya yang berdekatan dengan jalur penghubung utama antara Sidoarjo dan Surabaya membuat desa ini ikut menjadi saksi bisu mobilisasi para pejuang dalam mempertahankan kedaulatan di wilayah Jawa Timur.
Transformasi Menuju Era Modern dan Desa Cerdas
Seiring berjalannya waktu, wajah Desa Kletek mengalami pergeseran yang signifikan:
-
Masa Transisi (1980-an - 2000-an): Sektor agraris yang awalnya dominan mulai bersanding dengan sektor industri, perdagangan, dan jasa. Hal ini dipicu oleh pertumbuhan wilayah urban di sekitar Sidoarjo dan Surabaya.
-
Era Digitalisasi (Sekarang): Di bawah kepemimpinan pemerintah desa saat ini, termasuk Penjabat (Pj.) Kepala Desa Mohamad Cholis, S.Sos, Desa Kletek tidak lagi sekadar menjadi desa penyangga, melainkan pelopor dalam integrasi teknologi publik. Melalui peluncuran Sistem Informasi Layanan Digital dan program jemput bola, Kletek kini melangkah mantap menuju perwujudan Desa Cerdas (Smart Village).
Melalui narasi sejarah ini, Pemerintah Desa Kletek berkomitmen untuk tidak pernah melupakan akar budaya leluhur, seraya terus berinovasi demi kesejahteraan dan kemudahan pelayanan bagi seluruh warga masyarakat.